You never know how strong you are until being strong is your only choice.
Jakarta, Gesuri.id - Ungkapan Bob Marley itu seolah ditakdirkan untuk menjelaskan satu bab penting dalam hidup Megawati Soekarnoputri lebih dari lima dasawarsa silam, saat Megawati tidak punya pilihan lain selain menguatkan diri daripada menyesali nasib.
Usia Megawati baru 23 tahun saat badai datang dalam hidupnya. Badai yang sejenak menghancurkan mimpi-mimpinya, memaksanya untuk memadatkan kesedihan dan tanggung jawab kehidupan dalam satu tarikan napas yang panjang.
Badai pertama datang sehari menjelang perayaan hari ulang tahun Mega, 23 Januari 1970. Sang suami yang baru dinikahi selama dua tahun, Letnan Satu (Penerbang) Surindro Supjarso, mengalami kecelakaan di perairan Biak, Irian Jaya, saat mempiloti pesawat Skyvan T-701m, pada 22 Januari 1970.
Surindro dikenal sebagai sahabat Guntur Soekarnoputra, kakak Megawati. Resepsi pernikahan Mega dan Surindro dilangsungkan pada 1 Juni 1968, bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, falsafah bangsa yang digali Presiden Soekarno dari kearifan rakyat Indonesia.