Lebih Memilih Komisaris Bank NTB Syariah, Musyafirin Resmi Dipecat dari Kader Partai

Rachmat Hidayat: Kalau kepentingan pribadi berbenturan dengan kepentingan partai, kami harus memilih partai.
Rabu, 21 Oktober 2026 14:00 WIB Jurnalis - Syahrul Arsyad

Mataram, Gesuri.id - DPD PDI Perjuangan NTB resmi memberhentikan H.W Musyafirin dari keanggotaan partai. Keputusan tersebut diambil secara bulat dalam rapat internal yang diperluas di Kantor DPD PDI Perjuangan NTB yang dipimpin langsung Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H. Rachmat Hidayat dan dihadiri pengurus DPD serta seluruh Ketua dan Sekretaris DPC PDI Perjuangan se-NTB.

Ini keputusan bersama. Pandangannya bulat. Kalau kepentingan pribadi berbenturan dengan kepentingan partai, kami harus memilih partai, tegas Rachmat Hidayat, dikutip Rabu (21/10/2026).

Rapat yang berlangsung lebih dari tiga jam itu turut dihadiri, Karina de Vega, kader PDI Perjuangan NTB yang memilih pensiun dini sebagai Direktur Regional di PBB di New York untuk kemudian aktif di partai, Bendahara DPD Meily Zuraida, Wakil Ketua Bidang Kehormatan Made Slamet, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Raden Nuna Abriadi, Wakil Ketua Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah H. Ruslan Turmuzi, Abdul Rahim serta jajaran pengurus lainnya.

Sebelum keputusan diambil, seluruh ketua DPC diberi kesempatan menyampaikan pandangan mengenai polemik Musyafirin yang tetap mempertahankan jabatan sebagai Komisaris Bank NTB Syariah, tetapi tidak bersedia melepaskan keanggotaan partai maupun mengembalikan Kartu Tanda Anggota (KTA).

Para pengurus menilai, polemik tersebut telah menempatkan PDI Perjuangan dalam posisi sulit. Partai harus menanggung beban persoalan yang berkembang di ruang publik, sehingga penyelesaian di tingkat internal sudah sangat mendesak.

Baca juga :