Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi II DPR RI, Romy Soekarno, menilai usia ke-26 Banteng Muda Indonesia menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk semakin berani bersuara, turun langsung ke lapangan, dan menciptakan perubahan nyata.
26 Tahun sudah Banteng Muda Indonesia udah jadi rumah buat generasi yang berani speak up, berani turun ke lapangan, dan nggak takut bikin perubahan. 26 tahun bukan akhir, tapi checkpoint. Saatnya siap naik level, siap bikin sejarah baru. Karena jadi muda itu bukan soal umur, tapi soal energi buat terus maju, katanya dikutip Senin(30/3).
Ia menegaskan, peran generasi muda saat ini tidak lagi sebatas pelengkap dalam dinamika politik, melainkan telah berkembang menjadi kekuatan utama yang mampu memahami realitas sosial, perkembangan digital, serta tantangan masa depan.
Saatnya gaspol: bikin ruang aman buat suara muda, nge-blend idealisme sama real action, dan nunjukin kalau generasi kita bisa jadi game-changer. Usia 26, bukan lagi sekadar anak muda politik, tapi udah jadi movement yang ngerti realita, ngerti digital, dan ngerti kalau masa depan itu harus kita rebut bareng-bareng, ujarnya.
Lebih lanjut, Romy menilai bahwa transformasi organisasi kepemudaan saat ini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana konsolidasi, edukasi politik, hingga mobilisasi gerakan sosial.