Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie, mendesak agar momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tidak sekadar dimaknai sebagai ritual keagamaan tahunan. Menurutnya, nilai pengorbanan dan keikhlasan dalam ibadah kurban harus diwujudkan secara nyata dalam semangat pelayanan publik dan perumusan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Semoga semangat berbagi dan saling menguatkan terus tumbuh, sehingga Murung Raya dapat berkembang secara inklusif dan berkeadaban, ujar Bebie, Selasa (26/5/2026), dalam pesan resminya yang dirilis di Murung Raya menjelang perayaan Idul Adha 1447 H/2026 M.
Sebagai pimpinan komisi yang membidangi sektor ekonomi, keuangan, dan pembangunan, Bebie menilai prinsip inklusivitas dan empati sosial sangat relevan dengan fungsi pengawasan serta legislasi yang dijalankan para wakil rakyat di parlemen.
Ia menegaskan bahwa tantangan pembangunan daerah ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, persatuan lintas elemen masyarakat dan kepercayaan publik harus dijaga sebagai modal utama dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Bebie juga menyoroti pentingnya sinergi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah daerah agar setiap program pembangunan dapat berjalan efektif, transparan, dan berkeadilan. Menurutnya, Idul Adha harus menjadi momentum mempererat kembali tali silaturahmi dan memperkuat solidaritas sosial di tengah dinamika politik maupun sosial yang berkembang.