Jakarta, Gesuri.id - Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan turun langsung ke ladang bersama masyarakat Desa Nanga Awin, Kecamatan Putussibau Utara, Sabtu (5/9/2026), untuk mengikuti tradisi menugal padi ladang.
Mengenakan baju kerja dan caping di kepala, Fransiskus ikut menanam padi bersama warga sekaligus menegaskan pentingnya menjaga kearifan lokal sebagai bagian dari ketahanan pangan masyarakat.
Ini merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu, baik suku Dayak maupun suku Melayu. Menugal ini juga adalah bagian dari proses berladang, kata Fransiskus Diaan.
Menugal merupakan cara tradisional menanam padi ladang dengan menggunakan kayu runcing untuk membuat lubang tanam, kemudian memasukkan benih padi satu per satu ke dalam tanah. Tradisi tersebut masih dijalankan masyarakat Nanga Awin dan menjadi bagian dari siklus musim tanam.
Fransiskus mengatakan tradisi menugal telah dilakukan secara turun-temurun sejak zaman nenek moyang. Hingga kini, praktik tersebut masih dipertahankan masyarakat Kapuas Hulu, khususnya di desa-desa pedalaman dan wilayah perbatasan.