Banjarmasin, Gesuri.id - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H.M. Syaripuddin, menegaskan bahwa persoalan banjir yang terus berulang di Kalimantan Selatan tidak dapat lagi diselesaikan dengan pendekatan parsial dan reaktif.
Menurutnya, selama ini penanganan banjir masih terlalu fokus pada hilir seperti pengerukan drainase dan sungai di kawasan perkotaan tanpa menyentuh akar masalah utama yang justru berada di wilayah hulu dan tengah Daerah Aliran Sungai (DAS).
Baca:GanjarPranowo Belum Pastikan Maju Pada Pilpres 2029
Banjir di Kalimantan Selatan bukan sekadar soal hujan deras atau air pasang. Ini adalah akumulasi dari kerusakan ekologis yang terjadi bertahun-tahun, terutama di DAS Barito dan sub DAS lainnya, tegasnya.
Bang Dhin mengungkapkan, kemungkinan terdapat sejumlah akar masalah utama banjir di daerah. Baik berupa kerusakan DAS akibat alih fungsi hutan, aktivitas pertambangan, serta ekspansi perkebunan yang tidak terkendali.