Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI, Bonnie Triyana mengungkapkan meskipun penjajahan fisik telah berakhir, warisan kolonial masih membekas dalam berbagai sendi kehidupan masyarakat Indonesia hingga saat ini.
Bonnie merespons pandangan mengenai nasionalisme yang kerap menyalahgunakan narasi sejarah. Ia pun mengutip buku Jason Stanley berjudul Erasing History yang membagi nasionalisme menjadi dua kategori, yaitu nasionalisme anti-kolonial dan nasionalisme supremasi.
Menurut politisi berlatar belakang sejarawan ini, kelompok nasionalis anti-kolonial hadir sebagai respons atas penjajahan dan memiliki solidaritas yang luas.
Baca:GanjarPranowo Tegaskan PDI Perjuangan Tetap Kokoh
Sehingga dalam perjuangannya, dalam perannya sebagai kelompok anti-kolonial dan sebagai kelompok yang punya kesadaran tentang bangsa yang lahir dari penindasan itu sendiri, mereka jauh lebih kosmopolitan, lebih luas solidaritas yang dibangunnya, jelas Bonnie.