Jakarta, Gesuri.id -Politisi PDI Perjuangan, Ferdinand Hutahaean, menyoroti aksi demonstran yang mendatangi Markas Komando (Mako) Brimob di Kwitang, Jakarta, usai insiden tewasnya salah satu pengemudi ojek online (ojol) yang terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Ferdinand menilai langkah nekat massa tersebut merupakan tanda bahaya yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Gawat, Ksatriaan Brimob Kwitang. Ketika rakyat sudah berani mendatangi markas aparat seperti ini dan aparat malah sembunyi di balik benteng, kata Ferdinand di X @ferdinand_mpu, Jumat (29/8/2025).
Menurut Ferdinand, situasi ini menunjukkan keberanian publik yang semakin besar untuk menantang aparat.
Ia menegaskan, fenomena tersebut merupakan indikasi awal dari kondisi yang berpotensi sulit dikendalikan jika tidak segera direspons dengan bijak.