I Nyoman Parta Pertanyakan Alasan UMP Bali Masih di Bawah Sejumlah Provinsi

“Kalau kita kalah dengan Surabaya saya masih bisa diskusikan. Tetapi kita lebih rendah dari Makassar, kita lebih rendah dari Medan."
Senin, 14 September 2026 10:00 WIB Jurnalis - Ananda Okctaviani

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI Dapil Bali, I Nyoman Parta, meminta pemerintah tidak sekadar menjadikan kenaikan upah sebagai persoalan angka, tetapi memastikan pekerja memperoleh penghasilan yang mampu memenuhi kebutuhan hidup layak.

Hal itu disampaikan Parta dalam Dialog Publik bertajuk UMR Rendah, Lapangan Kerja Susah yang digelar BEM Universitas Warmadewa (Unwar) di Kampus Unwar, Jumat (11/9/2026).

Harus diriset. Berapa harga telur hari ini? Berapa harga minyak per liter hari ini? Berapa biaya bensin dia dari Bangli sampai ke Gianyar, sampai ke Denpasar? Harus diriset, ujarnya.

Parta menilai penentuan upah minimum harus didasarkan pada riset yang konkret mengenai kebutuhan pekerja dan keluarganya. Menurutnya, jangan sampai pertumbuhan ekonomi Bali yang relatif tinggi justru tidak berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan pekerja.

Ia mencontohkan kebutuhan sehari-hari pekerja yang semestinya menjadi bagian dari penelitian dalam menentukan upah. Menurutnya, komponen kebutuhan tersebut harus dihitung secara nyata agar besaran upah yang ditetapkan benar-benar mencerminkan kebutuhan hidup pekerja.

Baca juga :