Ida Nurlaela Ingatkan Danantara: Penyehatan Keuangan BUMN Karya Harus Dilakukan Sebelum Merger

Ida Nurlaela Wiradinata menyoroti rencana merger tujuh BUMN Karya menjadi tiga perusahaan.
Rabu, 13 Mei 2026 10:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ida Nurlaela Wiradinata, menyoroti rencana merger tujuh BUMN Karya menjadi tiga perusahaan. Ia berharap Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dapat mendorong penyelesaian restrukturisasi dan penyehatan fundamental masing-masing perusahaan sebelum proses penggabungan dilakukan.

Penyehatan keuangan harus dilakukan lebih dahulu sebelum penggabungan, kata Ida, dikutip Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, merger tidak otomatis menyelesaikan persoalan apabila masalah internal setiap perusahaan belum dibenahi secara menyeluruh. Karena itu, langkah konsolidasi harus diawali dengan penguatan kondisi keuangan dan tata kelola perusahaan.

Ia mengungkapkan, secara konsep merger BUMN Karya memang membuka peluang untuk meningkatkan efektivitas dan optimalisasi kinerja perusahaan negara di sektor konstruksi dan infrastruktur.

Selama ini, sejumlah BUMN Karya memiliki bidang usaha serupa, sehingga terjadi persaingan internal yang justru kurang sehat dan tidak efisien. Digabung harusnya kan ada spesialisasi bisnis, lebih efisien, modal juga lebih kuat, ungkapnya.

Baca juga :