Industri Tekstil RI Sulit Bersaing, Wakil Ketua Komisi VII DPR Soroti Izin Ribet dan Karut-Marut Regulasi

Komisi VII menyerap berbagai keluhan klasik dari para pelaku industri tekstil yang tak kunjung usai.
Minggu, 24 Mei 2026 23:38 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Surakarta, Gesuri.id Daya saing industri tekstil nasional saat ini tidak hanya bertumpu pada ketersediaan tenaga kerja terampil. Lebih dari itu, sektor ini masih terseok-seok akibat iklim usaha yang penuh hambatan, mulai dari birokrasi yang berbelit hingga ketimpangan harga energi.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (22/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Komisi VII menyerap berbagai keluhan klasik dari para pelaku industri tekstil yang tak kunjung usai. Hambatan utama yang dilaporkan meliputi kerumitan izin usaha, lambatnya pengurusan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), tingginya biaya energi, hingga distribusi pasokan gas yang belum merata.

Baca:Ini Deretan ProgramGanjarPranowo

Dari industri sendiri kita mendengar banyak harapan, tetapi tantangannya masih sama. Ke mana pun kami pergi, kalau berkaitan dengan industri, keluhannya itu-itu saja: perizinan kita ruwet, ujar Evita.

Baca juga :