Kembali Kecelakaan KRL di Bekasi Timur, Lasarus Kecam Lemahnya Pengawasan Perlintasan Sebidang

Banyaknya perlintasan tidak resmi tanpa penjaga maupun palang pintu menjadi persoalan serius yang harus segera dibenahi pemerintah.
Selasa, 26 Mei 2026 10:01 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id -Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyoroti lemahnya pengawasan terhadap perlintasan sebidang usai kembali terjadinya kecelakaan kereta api di Bekasi Timur. Ia menilai banyaknya perlintasan tidak resmi tanpa penjaga maupun palang pintu menjadi persoalan serius yang harus segera dibenahi pemerintah guna mencegah kecelakaan serupa terulang.

Kalau persoalan dalam sistemnya sebenarnya sudah terdeteksi, maka perbaikannya juga harus segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terus terulang. Jangan sampai berbagai evaluasi yang sudah dilakukan hanya menjadi catatan tanpa ada langkah nyata di lapangan, ujar Lasarus, dikutip Selasa(26/5/2026).

Menurut Lasarus, kecelakaan kereta api yang terus berulang menunjukkan masih adanya persoalan mendasar dalam sistem pengawasan dan pengelolaan perlintasan sebidang. Karena itu, evaluasi menyeluruh dinilai perlu dilakukan, baik dari sisi regulasi, pengawasan, maupun operasional di lapangan.

Ia menjelaskan, persoalan perlintasan sebidang tidak bisa dianggap sederhana karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat. Lasarus menilai lemahnya pengawasan membuat banyak perlintasan dibuka tanpa pengendalian yang memadai.

Ia bahkan mendorong agar pengelolaan perlintasan kereta api dapat lebih tersentralisasi di pemerintah pusat. Menurutnya, pembangunan maupun pembukaan akses di kawasan jalur kereta api seharusnya dilakukan melalui pengawasan ketat dan tidak dibuka secara sembarangan.

Baca juga :