Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, menilai penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih belum optimal menjangkau pelaku usaha mikro yang tergolong nonbankable atau belum memenuhi persyaratan administrasi perbankan.
Hal itu disampaikannya usai mengikuti agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, dikutip Sabtu (23/5/2026).
Kadang-kadang mereka sulit mendapatkan kredit akhirnya lari ke pinjaman online, kata Kesuma.
Menurutnya, terdapat sejumlah indikator penting untuk menilai keberhasilan program KUR, mulai dari kemampuan UMKM naik kelas, penguatan sektor produktif, hingga efektivitas penyaluran kredit kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Ia menekankan bahwa kelompok pelaku usaha nonbankable seharusnya menjadi perhatian utama dalam program KUR. Kelompok tersebut umumnya memiliki usaha dan arus kas yang berjalan baik, tetapi belum memenuhi syarat administrasi perbankan sehingga kesulitan mengakses pembiayaan formal.