Komaruddin Watubun: Kritik PDI Perjuangan Terhadap Pemerintah Bukan Serangan Pribadi, Tapi Tanggung Jawab Politik dan Moral

Loyalitas tertinggi PDI Perjuangan bukan kepada sosok individu, melainkan pada kepentingan bangsa, demokrasi, dan cita-cita reformasi.
Jum'at, 22 Mei 2026 10:28 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kehormatan, Komaruddin Watubun, menegaskan kritik terhadap pemerintah tidak selalu enak didengar. Ia merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya mengaku pilu hati saat mendengar kritik dari anggota PDI Perjuangan.

Kritik memang tidak selalu nyaman didengar dan menyenangkan. Tetapi perlu ditegaskan kritik yang disampaikan PDI Perjuangan bukan kritik yang dilandasi kebencian pribadi, melainkan bentuk tanggung jawab politik dan moral kepada rakyat, ujar Komaruddin saat dihubungi Kamis (21/5/2026).

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini menekankan, loyalitas tertinggi PDI Perjuangan bukan kepada sosok individu, melainkan pada kepentingan bangsa, demokrasi, dan cita-cita reformasi. Sehingga, PDI Perjuangan meyakini sahabat politik yang baik adalah yang berani mengingatkan ketika ada kebijakan yang dianggap melenceng atau tidak berpihak kepada rakyat.

Komaruddin mencontohkan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut dia, meski program tersebut baik, pelaksanaannya di lapangan masih memiliki banyak persoalan. Pelaksanaan di bawah banyak bermasalah dan sekarang terbukti, kan. Kemarin Presiden mengakui bahwa akan menghentikan sekian dapur MBG, ujar dia memberi contoh program Prabowo yang perlu dikritik.

Komaruddin meyakini bahwa kritik pada hakikatnya bertujuan untuk mengkoreksi sesuatu yang menyimpang dari target ideal. Ia berharap Prabowo menerima kritik PDI Perjuangan sebagai bagian penting dari proses demokrasi. Kami berharap Presiden tidak melihat kritik sebagai serangan, tetapi sebagai energi korektif untuk memperkuat pemerintahan, tutur dia.

Baca juga :