Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, mengungkap hal mengejutkan terkait mobil Maung yang sekarang ini dibangga-banggakan Pemerintah. Ia mengaku mendengar Maung sebenarnya adalah produk dari luar yang kemudian di dalam negeri hanya tinggal dirakit dan kemudian dipakai.
Jika benar demikian, kata Mufti, ini tentu menjadi bahan tertawa internasional. Karena mereka tahu bahwa sebenarnya ini impor. Namun kemudian diakui bahwa oleh Pemerintah bahwa ini sebenarnya produk dalam negeri.
Nah, maka di tempat ini kami ingin tanya ke pajenengan. Sebenarnya dari Maung kemudian Garuda yang sekarang dipakai Presiden ini berapa persen sih, Pak, konten lokalnya? TKDN-nya berapa persen? Jangan-jangan hanya logonya saja begitu, kata Mufti Anam saat RDP Komisi VI DPR RI dengan Dirut PT LEN, PT Pindad, PT Dirgantara, PT PAL dan PT Dahana.
Mufti pun mempertanyakan sekiranya Maung adalah produk impor, berapa biaya impor. Ia bahkan memperbandingkan harga Maung dengan mobil-mobil yang saat ini dipamerkan di ajang IMS 2026 yang menurutnya lebih bagus tapi harganya tidak sampai Rp500 juta.
Saya dengar Maung ini harganya miliaran. Nah, sebenarnya berapa sih biaya produksi atau kalau impor ini berapa sih biaya impornya? Dan kemudian Bapak ambil keuntungan berapa sih. Dan kenapa kemudian sekarang menjadi semahal itu? tanya Mufti, dikutip Kamis (12/2).