Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menegaskanintegrasi sistem persinyalan kereta api harus menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan keselamatan perkeretaapian nasional.
Pernyataan tersebut disampaikannya menyusul temuan awal pascakecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 yang menunjukkan adanya ketidaksinkronan sistem persinyalan yang berpotensi memengaruhi keamanan operasional perjalanan kereta.
Temuan awal yang sangat signifikan adalah tidak terintegrasinya persinyalan di kereta api. Itu temuan yang paling signifikan Pak dari kejadian yang kemarin, ujar Lasarus dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama Menteri Perhubungan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Sabtu (6/6/2026).
Sorotan terhadap sistem persinyalan tersebut mengemuka setelah Komisi V DPR RI melakukan serangkaian rapat bersama Kementerian Perhubungan, PT Kereta Api Indonesia (KAI), Korps Lalu Lintas (Korlantas), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna menindaklanjuti insiden di Bekasi Timur.
Berdasarkan hasil pembahasan dan temuan awal KNKT, Lasarus menilai persoalan utama yang perlu segera dibenahi adalah integrasi sistem persinyalan kereta api. Menurutnya, ketidakterhubungan antarsistem sinyal menjadi salah satu temuan signifikan yang mencuat setelah rapat evaluasi dilakukan.