Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto, meminta pemerintah segera melakukan audit menyeluruh terhadap sistem penilaian keamanan (security assessment) dan standar pengamanan bandara perintis di wilayah rawan konflik.
Hal ini disampaikan Edi merespons insiden penembakan pesawat Cessna PK-SNR milik PT Smart Air Aviation di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026) lalu..
Pertanyaannya kemudian, apakah assessment keamanan sebelum penerbitan flight clearance sudah mempertimbangkan tingkat kerawanan wilayah secara komprehensif? Ini harus didalami melalui investigasi resmi dan audit prosedur, kata Edi, dikutip Jumat (13/2).
Edi menegaskanflight clearance tidak boleh hanya sekadar urusan teknis operasional dan cuaca. Izin tersebut wajib mempertimbangkan kondisi keamanan wilayah (security clearance) berdasarkan koordinasi ketat dengan TNI/Polri dan otoritas setempat.
Menurut Edi, insiden yang terjadi saat pesawat mendarat atau berada di area bandara ini menunjukkan sejumlah kelemahan fatal.