Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi ll DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus menilai pidato politik Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenai kekuasaan yang memiliki batas waktu dapat ditafsirkan sebagai sinyal politik terkait dinamika internal pemerintahan.
Dari sudut pandang politik, pernyataan itu sangat mungkin ditafsir sebagai pesan kepada koalisi, institusi, atau lembaga pemerintahan. Kalau ini yang dijadikan sudut pandang, maka patut diduga ada ketidakpuasan yang dirasakan oleh AHY terhadap situasi internal pemerintahan atau institusi/lembaga tertentu, kata Deddy saat dimintai tanggapan soal Pidato Politik AHY, dikutip Jumat (11/9/2026).
Menurut Deddy, pernyataan AHY tidak hanya dapat dibaca sebagai pesan normatif mengenai demokrasi, tetapi juga berpotensi ditujukan kepada koalisi partai politik maupun institusi pemerintahan.
Deddy mengatakanpublik dapat mengamati intensitas komunikasi dan interaksi AHY dengan Presiden Prabowo Subianto, baik dalam kapasitasnya sebagai menteri maupun Ketua Umum Partai Demokrat, untuk melihat lebih jauh arah politik dari pernyataan tersebut.
Ia juga menilai pidato AHY dapat dibaca sebagai dorongan kepada partai-partai pendukung pemerintah untuk mulai mempertimbangkan peta politik menuju Pemilu 2029.