Jakarta, Gesuri.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pembangunan Ibu Kota membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, dan berbagai pemangku kepentingan.
Hal itu tercermin dalam tiga kerja sama strategis Bank Jakarta dengan BUMD dan perangkat daerah dengan potensi pembiayaan mencapai Rp 5,87 triliun.
Pembangunan Jakarta tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dari seluruh ekosistem kota, kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, dikutip Selasa (13/10/2026).
Sektor transportasi mencatatkan porsi pembiayaan terbesar senilai Rp 5,07 triliun melalui kerja sama Bank Jakarta dan PT Transportasi Jakarta selama tiga tahun untuk elektrifikasi armada.
Selain itu, Bank Jakarta mengalokasikan Rp 587 miliar bersama Dinas PRKP, Dinas PPKUKM, dan Jamkrida Jakarta untuk program Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR) bagi pekerja informal.