Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan negara tidak boleh lagi membiarkan anak-anak Indonesia kehilangan nyawa hanya karena tekanan ekonomi akibat ketidakmampuan membeli buku dan alat tulis sekolah.
Pernyataan tersebut disampaikan Puan saat menanggapi kasus siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang bunuh diri karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis untuk keperluan sekolah.
Jangan sampai ada nyawa generasi muda Indonesia yang hilang lagi, hanya karena merasa tertekan karena tidak mampu membeli buku dan pulpen, kata Puan, Rabu (4/2/2026).
Puan menyebut peristiwa itu sebagai tragedi yang memilukan sekaligus menjadi teguran keras bagi negara dalam memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi.
Kasus kematian anak di Kabupaten Ngada tersebut tentunya merupakan duka yang cukup memilukan dan harus menjadi pembelajaran, kata Puan.