Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta menjadi jawaban atas tantangan di era digital. Payung hukum ini bertujuan melindungi pencipta dan pelaku industri kreatif.
RUU Hak Cipta ini disusun untuk menjawab tantangan era digital yang terus berkembang agar perlindungan terhadap pencipta dan pelaku kreatif semakin kuat dan relevan, kata Puan dalam keterangan diterima di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Melalui RUU tersebut, kata dia, DPR RI berkomitmen memastikan setiap pencipta, mulai dari musisi, penulis, seniman, jurnalis, hingga pekerja kreatif lainnya, mendapatkan penghargaan dan manfaat ekonomi yang adil atas karyanya.
Menurut dia, RUU Hak Cipta yang telah disetujui menjadi RUU usulan inisiatif DPR mengatur tata kelola royalti yang lebih transparan dan akuntabel. Dengan begitu, hak ekonomi pencipta benar-benar sampai kepada pihak yang berhak.
Kami juga memastikan bahwa royalti pencipta tidak pernah hilang. Meskipun penciptanya belum teridentifikasi, negara menjaga hak ekonomi mereka hingga mereka ditemukan, ucap Puan.