Rokhmin Dahuri: Sabang Harus Jadi Poros Maritim Dunia, Bukan Sekadar Lintasan

Sabang berada di jalur penting Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia .
Sabtu, 02 Mei 2026 18:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus pakar kelautan, Rokhmin Dahuri, menegaskan Sabang harus menjadi poros maritim dunia, bukan sekadar lintasan, saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Sabang, Provinsi Aceh.

Sabang berada di jalur penting Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia yang menghubungkan India, Timur Tengah, dan Eropa dengan pusat ekonomi Asia Timur seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan, kata Rektor Universitas UMMI Bogor ini, dikutip Sabtu (2/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Rokhmin meninjau langsung Pelabuhan CT-3 (Cargo Terminal-3) yang dikelola oleh Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS). Ia didampingi oleh Wali Kota Sabang, Zulkifli H Adam, dalam melihat potensi strategis pelabuhan tersebut.

Pelabuhan CT-3 memiliki keunggulan teknis yang signifikan, dengan panjang dermaga sekitar 400 meter dan kedalaman kolam mencapai -10 meter LWS, sehingga mampu menampung kapal besar hingga panjang 230 meter. Kondisi perairan Sabang yang dalam dan alami juga memungkinkan operasional pelabuhan tanpa kebutuhan pengerukan rutin yang besar.

Rokhmin menilai bahwa posisi geografis Sabang sangat strategis dalam konteks perdagangan global, bahkan dinilai lebih kompetitif dibandingkan sejumlah pelabuhan besar di kawasan Asia Tenggara.

Baca juga :