Jakarta, Gesuri.id - Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI tahun 2026, Rieke Diah Pitaloka, mengkritik keras tata kelola administrasi haji Indonesia yang dinilai masih tertinggal dan gagap digital. Rieke mendesak pemerintah segera melakukan lompatan besar melalui transformasi digital total menuju target Haji Paperless 2030.
Sikap tegas ini disampaikan Rieke usai meninjau langsung sistem pengelolaan data jemaah Indonesia bersama tim Kementerian Haji, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta KJRI Jeddah di Makkah, Arab Saudi, Jumat (22/5).
Saat mendatangi dua syarikah (perusahaan) pengelola data jemaah, Raqeen Mashariq dan Al Bait Guests, Rieke menemukan fakta mencolok tentang ketergantungan layanan haji Indonesia pada dokumen fisik. Hal ini sangat kontras dengan sistem Arab Saudi yang sudah terintegrasi penuh secara digital.
Baca:Mengenal SosokGanjarPranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Di Raqeen kami melihat fakta sistem digital Saudi harus berjibaku dengan sistem konvensional Indonesia. Paspor fisik jemaah kita masih disimpan di loker-loker khusus yang dijaga bergantian oleh petugas syarikah, ungkap Rieke heran.