Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menegaskan pemerintah perlu membangun sistem perlindungan masyarakat yang lebih antisipatif agar mampu menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi.
Pernyataan tersebut disampaikan Alex di Jakarta, Kamis (6/8/2026), menyusul banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat meski saat ini memasuki musim kemarau.
Pola hujan yang semakin ekstrem dan tidak lagi mengikuti siklus musim menunjukkan bahwa pendekatan pembangunan yang selama ini bertumpu pada kalender musim tidak lagi memadai untuk melindungi masyarakat, katanya.
Menurut Alex, perubahan pola cuaca yang terjadi menunjukkan Indonesia telah memasuki era baru risiko kebencanaan. Karena itu, perubahan iklim harus dipandang sebagai ancaman terhadap ketahanan pembangunan nasional sehingga menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pemerintah.
Ia menilai berbagai kebijakan pembangunan yang masih menggunakan asumsi pola musim konvensional perlu segera dievaluasi. Hal itu mencakup perencanaan infrastruktur, tata ruang, pengelolaan daerah aliran sungai, kawasan permukiman, sektor pertanian, hingga pelayanan publik.