Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menegaskan peluang kerja sama investasi strategis yang mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Kuwait harus direspons secara cepat oleh Pemerintah agar dapat direalisasikan secara konkret.
Hal tersebut disampaikan Utut usai menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia H.E. Mr. Khalid Jassim Alyassin di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Kuwait benar-benar ingin berinvestasi di Indonesia. Terutama kekuatan mereka kan karena minyak, dan mereka punya uang yang relatif banyak sehingga bisa di investasi mulai dari kilang minyak, dan juga kalau turis mau, dia minta kalau bisa ada penerbang (izin penerbangan langsung) dari Kuwait City ke Jakarta. Artinya, peluang itu ada. Nah ini tugas kita untuk mewujudkan peluang menjadi kenyataan, jelasnya.
Komisi I DPR RI menyambut positif komitmen dan ketertarikan Kuwait untuk menanamkan investasinya di Indonesia, terutama pada sektor minyak dan gas bumi (migas), kilang minyak, serta konektivitas penerbangan. Menurut Utut, peluang tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi dan bilateral kedua negara.
Selain sektor investasi fisik, Legislator Fraksi PDI-Perjuangan tersebut juga menyoroti potensi pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berketerampilan tinggi (*skilled workers*) ke Kuwait. Hal ini mengingat dari total 4,8 juta penduduk Kuwait, penduduk aslinya sekitar 1,3 juta dan 3,5 juta merupakan imigran.