Mahfud MD Ungkap Ada Operasi Intervensi kepada Rektor Pasca Muncul Gelombang Kampus Bersuara

Menurutnya, ada rektor yang belum mengemukakan sikap diperintah untuk membuat pernyataan yang justru berbeda atau berkebalikan. 
Rabu, 07 Februari 2024 06:38 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Sleman, Gesuri.id - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 03, Mahfud MD mengungkap bahwa dirinya menerima laporan ada operasi intervensi terhadap sejumlah rektor pasca munculnya gelombang civitas akademika yang menyuarakan penyelamatan demokrasi di Indonesia.

Menurutnya, ada rektor yang belum mengemukakan sikap diperintah untuk membuat pernyataan yang justru berbeda atau berkebalikan.

Ini laporan kepada saya dari beberapa rektor, disuruh membuat pernyataan menyatakan bahwa Pak Jokowi itu orangnya negarawan, baik. Yang kedua Pak Jokowi berhasil mengatasi krisis. Yang ketiga, pemilu berjalan baik dan sebagainya. itu ada beberapa rektor yang disuruh, ada yang kemudian membuat pernyataan templetnya sama. Lalu ada yang tidak mau disuruh begitu, kata Mahfud, setelah acara diskusi Tabrak Prof, di Koat Kopi, Depok, Sleman, Yogyakarta, Senin (5/2/2024) malam.

Satu di antara rektor yang tidak mau mengikuti perintah tersebut adalah Rektor Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Semarang.

Menurut Mahfud, sang Rektor memberitahu bahwa disuruh untuk membuat pernyataan bahkan beberapa teman-teman lainnya ada yang sudah telah membuat pernyataan dengan isi yang sama. Serupa dengan template.

Baca juga :