Marinus Gea Dorong Sinergi BI dan Pemda Kendalikan Inflasi

"Kami berharap ada sinergi bersama-sama BI dengan Pemerintah Daerah guna mengendalikan Inflasi yang disebabkan kenaikan harga beras".
Minggu, 17 Maret 2024 08:45 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Pedagang pasar tradisional menyebut kenaikan harga beras yang terjadi belakangan adalah yang tertinggi dalam sejarah di era Presiden Joko Widodo.

Kenaikan harga beras ini jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah dan mencetak rekor baru, tembus hingga Rp18 ribu per kilogram (kg).

Anggota Komisi XI DPR RI Marinus Gea mengatakan kesulitan masyarakat mendapatkan beras medium dan premium akibat kelangkaan stok di pasaran menyebabkan terjadinya kenaikan inflasi secara nasional tak bisa dihindarkan.

Kita juga tahu keberadaan bansos beras 10 kg yang masif digulirkan jelang Pilpres 2024, sebelum kelangkaan di pasar ini terjadi. Pembagian bansos dalam momentum politik itu menimbulkan tarik-menarik dengan stok beras di pasar. Ujungnya terjadi lonjakan harga, bahkan kelangkaan, ujar Politisi PDI Perjuangan ini.

Legislator Dapil Banten III meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan ini menambahkan bahwa keterbatasan stok beras nasional menjadikan impor sebagai satu-satunya solusi tercepat mengatasi kelangkaan bahan pangan nasional tersebut sekaligus sebagai upaya menahan laju inflasi yang disebabkan kenaikan harga pangan.

Baca juga :