Bung Karno Muda dan Gagasan Persatuan yang Menyala di Balik Kongres Pemuda II

Soekarno tidak memimpin Kongres Pemuda II, tetapi nasionalisme yang ia kembangkan melalui PNI menjadi bagian dari arus pemikiran kebangsaan
Minggu, 18 Oktober 2026 23:28 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

ADA sebuah ironi menarik menjelang 28 Oktober 1928. Nama Soekarno belum menjadi nama terbesar dalam sejarah Indonesia, tetapi gagasan tentang Indonesia sebagai satu bangsa sudah mulai menemukan bentuknya.

Di Bandung, Soekarno muda sedang membangun jalur perjuangannya sendiri. Pada 4 Juli 1927, ia mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI), sebuah organisasi yang secara terbuka membawa cita-cita Indonesia merdeka.

Setahun kemudian, gagasan tentang persatuan itu bergaung semakin kuat di kalangan pemuda. Mereka datang dari organisasi yang berbeda, membawa latar daerah, budaya, agama, dan pengalaman politik yang tidak selalu sama.

Di situlah gagasan Soekarno dapat dibaca sebagai salah satu atmosfer intelektual yang ikut menyuburkan nasionalisme. Bukan karena ia memimpin Kongres Pemuda II, melainkan karena sebelum kongres itu berlangsung, gagasan mengenai satu bangsa Indonesia sudah beredar melalui berbagai jaringan pergerakan.

Kongres Pemuda II sendiri digagas oleh Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI). Panitianya dipimpin Soegondo Djojopoespito, dengan Mohammad Yamin sebagai sekretaris dan Amir Sjarifuddin sebagai bendahara.

Baca juga :