Banyuwangi, Gesuri.id - Pagelaran tari kolosal Gandrung Sewu 2026, yang perdana digelar malam hari berlangsung megah, di Pantai Marina Boom. Kekuatan seni tradisi berbalut glow in the dark, berpadu dengan pertunjukan teknologi pertunjukan modern memberikan pengalaman baru bagi para penonton.
Sekitar 1.300 penari dari Banyuwangi dan berbagai daerah di Indonesia tampil dalam pergelaran bertema Kembang Dermo. Gerakan tari yang dinamis, musik tradisi, kostum berpendar, serta tata cahaya yang dirancang khusus, menghadirkan pengalaman visual dan suasana teatrikal yang megah, memikat puluhan ribu penonton yang memadati kawasan Pantai Marina Boom.
Konsep glow in the dark membuat daya tarik tersendiri.Omprog atau mahkota gandrung, sampur atau selendang, serta kipas penari dirancang menggunakan bahan yang memantulkan cahaya. Body painting berbahan fosfor pada tubuh dan busana turut memperkuat kesan berpendar ketika para penari bergerak di bawah sorotan lampu.
Ini pertama kalinya kita menyaksikan pertunjukan Gandrung Sewu yang berbeda dari biasanya. Di mana pertunjukan tradisional berpadu indah dengan teknologi. Ini bukti tradisi tidak harus berhenti dalam bentuk yang diwariskan, namun dapat hadir dalam bentuk baru yang memikat bagi generasi muda, ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dikutip Minggu (25/10/2026).
Karena budaya yang hidup adalah budaya yang dirawat, dicintai, dan diberi ruang untuk berkembang, lanjut Wakabid Pemerintahan dan Otonomi Daerah DPD PDI Perjuangan Jatim itu.