Dampak Perang Dunia II: Peran Bom Hiroshima-Nagasaki dalam Membuka Jalan Kemerdekaan Indonesia

Guna menghindari pengaruh dari pihak Jepang, golongan muda kemudian mengasingkan Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok.
Kamis, 06 Agustus 2026 11:56 WIB Jurnalis - Kristin Tambunan

Jakarta, Gesuri.id Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dikumandangkan oleh Soekarno pada 17 Agustus 1945 tidak hanya lahir dari perjuangan gigih bangsa sendiri, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal yang signifikan. Salah satu faktor eksternal terbesar adalah peristiwa pengeboman dua kota di Jepang, yakni Hiroshima dan Nagasaki, oleh Amerika Serikat pada awal Agustus 1945.

Peristiwa kelam tersebut menjadi titik balik runtuhnya kekuatan militer Jepang di Asia, yang kemudian dimanfaatkan oleh para pejuang Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan. Lantas, bagaimana keterkaitan erat antara pengeboman Hiroshima-Nagasaki dengan detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia?

Pada 6 Agustus 1945, Kota Hiroshima hancur lebur setelah diluluhlantakkan oleh bom atom yang dijatuhkan oleh militer Amerika Serikat. Tiga hari berselang, tepatnya pada 9 Agustus 1945, bom atom kedua kembali dijatuhkan di Kota Nagasaki.

Serangan masif ini dilancarkan Amerika Serikat sebagai aksi balasan atas serangan Jepang terhadap armada Pasifik AS di Pearl Harbor pada 7 Desember 1941.

Jatuhnya bom atom di dua kota strategis tersebut membuat Jepang lumpuh total. Tidak hanya mengalami kerugian materiel dan jatuhnya korban jiwa yang masif, mental dan martabat bangsa Jepang turut runtuh.

Baca juga :