TEPAT 20 Mei 1908, di Batavia, daerah pusat kekuasaan Kolonial Belanda (VOC), menjadi tempat bersejarah lahirnya pergerakan yang dinisiasi sekelompok anak muda pelajar STOVIA, sekolah pendidikan dokter bentukan kolonial Hindia Belanda, yang akan mengubah arah sejarah.
Di sana, Soetomo dan kawan-kawan muda mendirikan Boedi Oetomo. Goenawan Mangoenkoesoemo termasuk pemuda yang menggerakkan perkumpulan tersebut.
Mereka masih sangat muda ketika memilih memikirkan nasib bangsanya. Usia belasan dan awal dua puluhan bukan penghalang keberanian. Jika dikategorikan kelompok usia saat itu, bisa dibilang mereka masih generasi milenial.
Gagasan itu sebelumnya disemai Dr. Wahidin Soedirohoesodo. Ia berkeliling Jawa membawa gagasan tentang pentingnya pendidikan.
Pertemuan dengan pelajar STOVIA membuat gagasan itu menyala. Soetomo dan kawan-kawan kemudian membangun organisasi gerakan sebagai wadah perjuangan.