Edi Purwanto: Program Pemuda Desa Belajar ke Jepang Jangan Berhenti di Pelatihan

Edi mengingatkan agar program tersebut tidak berhenti pada pengiriman peserta untuk mengikuti pelatihan atau studi banding.
Jum'at, 28 Agustus 2026 20:01 WIB Jurnalis - Syahrul Arsyad

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Jambi, Edi Purwanto, menyambut baik rencana Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menyiapkan program beasiswa ke Jepang bagi pemuda desa.

Namun, Edi mengingatkan agar program tersebut tidak berhenti pada pengiriman peserta untuk mengikuti pelatihan atau studi banding. Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan konsep yang matang sejak proses seleksi hingga peserta kembali dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di desa masing-masing.

Bagus ya, tetapi memang harus kita mitigasi sedemikian rupa. Siapa orang yang akan dikirim, setelah dikirim kira-kira seperti apa, fungsinya apa, itu harus jelas, ujar Edi, dikutip Jumat (28/8/2026).

Edi menilai pengalaman berbagai program studi banding sebelumnya menunjukkan bahwa persoalan terbesar justru kerap muncul setelah peserta kembali ke daerah. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan belum tentu dapat dimanfaatkan secara optimal jika tidak disertai tindak lanjut yang jelas.

Kadang-kadang sering kita mengirim seseorang untuk studi banding, untuk belajar. Pasca pulang dari sana pemberdayaannya kurang, sehingga tidak optimal, katanya.

Baca juga :