Bandung, Gesuri.id - Pengamat Sosial Hizkia Darmayana menyatakan pentingnya menjadikan unsur-unsur dalam kebudayaan Sunda sebagai Soft Power, yang bisa mempengaruhi bangsa-bangsa lain di dunia.
Mengutip Joseph Nye, seorang akademisi dari Harvard Kennedy School, Hizkia menyatakan soft power merupakan kemampuan suatu negara untuk mempengaruhi aktor atau negara lain, salah satunya melalui kebudayaan.
Hal itu diungkapkan Hizkia dalam Simposium Pemuda Sunda 2026 yang diselenggarakan Daya Mahasiswa Sunda (Damas) di Universitas Padjadjaran, Bandung, Minggu (18/10/2026).
Bangsa-bangsa lain telah sukses menjadikan budaya mereka sebagai soft power. Kita bisa menemukan makanan Takoyaki dijual di kaki lima, lalu Agustus tahun lalu kita ketahui, para demonstran di negara kita membawa bendera One Pieceyang berasal dari manga Jepang, ini adalah contoh suksesnya bangsa lain menjadikan kebudayaan mereka sebagai soft power, ungkap Hizkia.
Tenaga Ahli Anggota DPR RI itu melanjutkan, kini yang menjadi pertanyaan, apakah bisa bangsa ini maupun suku Sunda menjadikan unsur-unsur dalam kebudayaannya sebagai Soft Power?