Lasarus Ingatkan Masyarakat Dayak: Hentikan Perjudian dan Mabuk-Mabukan di Pekan Gawai Dayak

“Saya tidak akan sebutkan nama kampungnya. Di sana lebih ramai judinya daripada gawainya. Betul tidak? Kalau memang betul, hentikan.”
Minggu, 02 Agustus 2026 14:00 WIB Jurnalis - Syahrul Arsyad

Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mengingatkan masyarakat Dayak agar menghentikan praktik perjudian dan mabuk-mabukan dalam pelaksanaan Pekan Gawai Dayak (PGD) di seluruh Kalimantan Barat. Menurutnya, berbagai praktik tersebut telah menyimpang dari nilai-nilai adat dan mencoreng makna Gawai Dayak sebagai warisan budaya yang harus dijaga bersama.

Pernyataan itu disampaikan saat membuka Pekan Gawai Dayak Sintang ke-XIII Tahun 2026 di Rumah Betang Tampun Juah, Jerora Satu, Sintang, dikutip Minggu (2/8/2026).

Saya tidak akan sebutkan nama kampungnya. Di sana lebih ramai judinya daripada gawainya. Betul tidak? Kalau memang betul, hentikan, tegasnya.

Lasarus meminta organisasi adat Dayak, seperti TBBR, Sabang Merah Borneo, dan organisasi adat Dayak lainnya agar menjadi garda terdepan dalam menjaga kemurnian budaya Dayak. Menurutnya, berbagai praktik yang menyimpang harus disingkirkan agar tidak lagi mengatasnamakan adat maupun budaya Dayak.

Kepada TBBR, kepada Sabang Merah Borneo sebagai garda terdepan, dan organisasi adat Dayak lainnya sebagai penjaga budaya adat Dayak, yang melenceng ini pinggirkan, pintanya.

Baca juga :