Mempawah, Gesuri.id - Ada kisah duka yang begitu dalam di balik berkibarnya bendera Merah Putih di pelosok Desa Pak Utan, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah. Perianto, seorang remaja yang turut ambil bagian dalam menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, harus kehilangan nyawanya setelah mengalami kecelakaan saat memasang umbul-umbul dan bendera Merah Putih.
Kepergian Perianto menjadi luka bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat di tanah kelahirannya. Di tengah semangat masyarakat menghiasi jalan-jalan desa dengan warna merah dan putih, seorang anak bangsa justru harus mempertaruhkan nyawanya demi memastikan Sang Saka tetap berkibar.
Peristiwa memilukan itu terjadi pada Minggu, 16 Agustus 2026, saat Perianto bersama sejumlah rekannya bergotong royong memasang ratusan umbul-umbul dan bendera Merah Putih di berbagai titik, sudut jalan hingga kawasan pasar desa.
Saat itu, Perianto bersama beberapa rekannya membawa puluhan bendera dan umbul-umbul yang belum selesai dipasang. Sebagian bendera telah diikat pada batang-batang bambu dan diangkut menggunakan mobil pikap.
Dalam perjalanan, sebuah bendera yang dibawa tersebut diduga terlepas. Perianto berusaha memegangnya, namun nahas, ia terjatuh dari kendaraan yang ditumpanginya.