ADA perubahan menarik dalam cara anak muda melihat persoalan di sekitarnya. Mereka tidak selalu menunggu seseorang datang membawa jawaban.
Di ruang digital, seorang anak muda bisa membuka percakapan hanya melalui sebuah video pendek. Dari sana, muncul komentar, diskusi, perdebatan, bahkan solidaritas yang bergerak melampaui batas geografis.
Fenomena itu memperlihatkan bahwa kepemimpinan generasi muda sedang mengalami perubahan bentuk. Kepemimpinan tidak selalu dimulai dari podium, jabatan organisasi, atau ruang rapat formal.
Seorang kader muda partai yang juga aktif sebagai konten kreator dapat menjadi contoh dari perubahan tersebut. Ia menggunakan media digital untuk membicarakan isu sosial, politik, kesetaraan gender, dan inklusivitas dengan bahasa yang lebih mudah dipahami Gen Z.
Yang menarik bukan sekadar jumlah orang yang menonton. Yang lebih penting adalah apakah konten tersebut membuat seseorang berani bertanya, memahami persoalan, dan merasa memiliki ruang untuk ikut berbicara.