Ikuti Kami

Bahar Bantah Hina Jokowi, Eva: Nanti Debat di Pengadilan

Presiden Jokowi merupakan simbol negara yang patut dihormati dan berhak dijaga martabatnya.

Bahar Bantah Hina Jokowi, Eva: Nanti Debat di Pengadilan
Politikus PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari.

Jakarta, Gesuri.id - Pendakwah muda Muhammad Bahar bin Smith menepis bila telah menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam dakwahnya. Bahar mengatakan ceramah tersebut merupakan bentuk kritikan kepada Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia.

Baca: Hina Jokowi, PDI Perjuangan Tunggu Proses Hukum HabibBahar

Merespon hal tersebut, Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari menyebut jika seharusnya bila mengritik sebagai kepala negara tidaklah berbentuk hinaan fisik.

"Kritik itu berkaitan dengan kebijakan Jokowi. Kalau menghina, pelecehan menyerang personal dan personality pribadi, fisik, penampilan dan lainnya," ujar Eva, Rabu (5/12).

Eva menyebutkan, sebagai presiden Jokowi merupakan simbol negara yang patut dihormati dan berhak dijaga martabatnya. Dimana di dalam Undang-undang pun juga sudah tertulis.

Namun begitu, Eva lebih menyerahkan persoalan Bahar terkait ucapan yang membantah telah menghina Jokowi tersebut kepada pihak yang berwajib. Sebab aparat lah yang sudah mempunyai bukti-bukti dasar terkait ucapan Habib Bahar.

"Silahkan menyangkal, nanti debat saja di pengadilan. Kan sudah ada pelaporan," tandasnya.

Sebelumnya, Pendakwah muda Habib Muhammad Bahar bin Smith menyangkal telah menghina Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, kritikan keras dalam ceramahnya ditujukan kepada jabatan Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia (RI).

"Intinya saya katakan tidak pernah menghina pribadinya (Jokowi). Saya mengkritik (dia) sebagai presiden, pemimpin, penguasa," kata Bahar, Selasa (4/11).

Baca: Bahar bin Smith Sengaja Menghina dan Lecehkan Simbol Negara

Habib Bahar menolak meminta maaf terkait ceramahnya yang diduga telah menghina Jokowi. Pemimpin Majelis Pembela Rasullah tersebut justru memilih membusuk di dalam penjara ketimbang minta maaf atas isi ceramahnya. ‎

Ceramah yang dilapoan adalah saat Habib Bahar memberikan materi di acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 17 November 2018 di kawasan Batu Ceper, Tangerang. Habib Bahar dianggap menghina Jokowi karena menyebut kepala negara tersebut 'banci'.

Quote