Ikuti Kami

Bamusi Dukung Polisi Tangkap Ketua GNPF-U Bogor

Iyus ditangkap karena berbicara mengenai komunisme yang sudah masif di Indonesia dan ajakan perlawanan dalam video yang beredar di medsos.

Bamusi Dukung Polisi Tangkap Ketua GNPF-U Bogor
Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Faozan Amar.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Faozan Amar mendukung tindakan aparat kepolisian yang menangkap Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Bogor Iyus Khaerunnas. 

Iyus ditangkap karena berbicara mengenai komunisme yang sudah masif di Indonesia dan ajakan perlawanan dalam video yang beredar di media sosial.

Baca: Bamusi: Aksi 212 di KPU Mengganggu Hak Warga

Faozan menegaskan tindakan kepolisian merupakan bagian dari penegakan hukum. Selain itu, kepolisian juga sedang melakukan upaya preventif untuk menghindari terjadinya konflik. 

"Jadi menghilangkan kemudharatan harus di dahulukan dari pada mengambil manfaat. Maka tindakan kepolisian ini patut didukung," kata Faozan kepada Gesuri, Sabtu (18/5). 

Faozan mengatakan, semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di depan hukum. Karena itu, jika ada yang melanggar hukum, maka harus siap mempertanggungjawabkan di depan hukum. 

Apalagi, lanjut Faozan, pihak kepolisian sudah berkali-kali mengingatkan kepada warga negara agar tidak melakukan ujaran kebencian. Sebab akan berdampak terjadinya konflik horizontal di masyarakat. 

"Jika benar yang bersangkutan sebagai ulama, mestinya memberikan tauladan yang baik dalam ucapan maupun tindakan. Sehingga akan menyejukan umat di bawahnya. 

Bukan malah menebar kebencian seperti itu," kata Faozan. 

Baca: Bamusi Kutuk Keras Penembakan di Masjid Selandia Baru

Seperti diketahui, Iyus ditangkap Polres Bogor Kota karena dalam sebuah video yang beredar di media sosial, dia berbicara mengenai adanya kecurangan Pemilu, masifnya komunisme di Indonesia, hingga ajakan untuk melawan itu semua. 

Kini, Iyus sudah ditetapkan sebagai tersangka. Iyus dijerat dengan Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Penyebaran Berita Bohong dan/atau Pasal 160 KUHPidana.

Quote