Ikuti Kami

Ketua DPRD Maluku Tunggu Panggilan Polisi

Edwin melaporkan Ricard Rahakbauw atas tuduhan pencemaran nama baik dan dugaan penyalahgunaan dana APBD tahun 2018 sebesar 32, 5 Milyar.

Ketua DPRD Maluku Tunggu Panggilan Polisi
Ketua DPRD Maluku Edwin Adrian Huwae.

Ambon, Gesuri.id - Ketua DPRD Maluku Edwin Adrian Huwae mengaku masih menunggu surat panggilan dari Ditrekrimsus Polda setempat terkait laporan dugaan korupsi APBD 2018 yang dilakukan Wakil Ketua DPRD Maluku Richard Rahakbauw.

Edwin melaporkan Ricard Rahakbauw atas tuduhan pencemaran nama baik dan dugaan penyalahgunaan dana APBD tahun 2018 sebesar 32, 5 Milyar.

Baca: Mercy Terus Perjuangkan Masalah Kelistrikan Perbatasan

Selaku pejabat publik, dirinya merasa telah dijatuhkan dan dilecehkan martabatnya sebagai ketua DPRD maupun selaku ketua DPD PDI Perjuangan Maluku karena dibilang penipu.

"Belum ada surat panggilan dari Ditreskrimsus Polda Maluku yang sampai kepada saya," kata Edwin di Ambon, Senin (6/7).

Namun dia menyatakan kesiapannya memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimsus untuk memberikan keterangan terkait laporan dugaan korupsi yang disampaikan melalui SPKT Polda Maluku pada Bulan Mei 2018 lalu.

Baca: Partai Dukung Kadernya Peroleh Kursi DPD Dari Maluku

Bukti laporan resmi Huwae ini tertuang dalam laporan polisi nomor: LP.B/264/V/2018/MALUKU/SPKT Polda Maluku tertanggal 17 Mei 2018.

Quote