Ikuti Kami

PDI Perjuangan Laporkan Akun Medsos Pengunggah Foto Rekayasa

Fotonya sudah diedit dan dalam posisi tidak senonoh.

PDI Perjuangan Laporkan Akun Medsos Pengunggah Foto Rekayasa
Pengurus PDIP Surabaya, usai melaporkan pemilik akun facebook yang mengunggah foto diduga hasil rekayasa bergambar Megawati dan Jokowi ke Mapolda Jatim, di Surabaya, Jumat (12/7/2019).

Surabaya, Gesuri.id - Sejumlah pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya melaporkan pemilik akun facebook yang mengunggah foto diduga hasil rekayasa bergambar Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo ke Polda Jawa Timur.

"Fotonya diedit dan kami melihatnya memang dalam posisi tidak senonoh," ujar Ketua PAC PDI Perjuangan Rungkut, Andhy Puryanto, kepada wartawan usai pelaporan, di Surabaya, Jumat (12/7).

Baca: DPD Surabaya Minta Kader Terima Adi Sutarwijono, Ketua DPC

Ia datang bersama sejumlah pengurus partai dan didampingi pengacara Arif Budi Santoso, dengan pelaporannya diterima penyidik dari Unit I Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim.

Menurut dia, Megawati dan Joko Widodo merupakan tokoh bangsa, sehingga sangat tidak elok jika foto keduanya direkayasa.

Pelaporan gambar berupa meme yang beredar viral itu, kata dia, demi menjaga kehormatan Megawati dan Jokowi sebagai tokoh bangsa yang juga simbol PDI Perjuangan.

"Kami dikumpulkan oleh Pak Adi Sutarwijono dan sepakat melaporkan akun pengunggah gambar rekayasa yang telah melukai hati para kader PDI Perjuangan dan secara umum masyarakat Indonesia itu," ujarnya lagi.

Pengacara pelapor, Arif Budi Santoso mengatakan penyidik telah berjanji segera mengusut kasus ini dan menemukan pelaku pembuat serta penyebar konten tersebut.

"Kami mau pelakunya dihukum seberat-beratnya agar hal-hal semacam ini tidak terulang lagi di kemudian hari, serta ada efek jera bagi pelakunya,” katanya pula.

Baca: DPR Desak Percepatan Pengembangan Kawasan Suramadu

Ia mengakui bahwa pengunggahan dan penyebaran konten rekayasa semacam ini masih marak di dunia media sosial, meski pemilihan presiden telah berakhir.

"Bahkan, polisi sudah berulang kali mengusut dan memproses kasus serupa, tapi para pelaku sepertinya tidak kapok-kapok," katanya lagi.

Quote