Ikuti Kami

Sukur Tegaskan PDI Perjuangan Adalah Partai Nasionalis

Seluruh kader yang ada di PDI Perjuangan merupakan orang-orang yang religius dan saling menghargai satu sama lainnya.

Sukur Tegaskan PDI Perjuangan Adalah Partai Nasionalis
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidangn Pemuda dan Olahraga Sukur Nababan

Simalungun, Gesuri.id - Ketua DPP PDI Perjuangan Bidangn Pemuda dan Olahraga Sukur Nababan menegaskan PDI Perjuangan bukanlah partai komunis seperti yang kerap dikatakan para pemfitnah. 

Menurut Sukur, opini sesat itu menjadi penyebab terpecah belahnya sesama masyarakat di Indonesia.

Baca: Selalu Bershalawat, Basarah Tepis PDI Perjuangan Komunis

Hal itu dikatakan Sukur di sela Konferensi Cabang (Konfercab) Serentak PDI Perjuangan se-Sumatera Utara di Balai Harungguan Bolon, Parapat, Kabupaten Simalungun, baru-baru ini. 

Sukur pun menceritakan kisahnya ketika di Jawa Barat. 

"Saya ingat seperti di Jawa Barat, Bekasi dan Depok yang persaingannya sangat berat sekali. Karena, PDI Perjuangan di sana sudah tergambar partai penista agama, partai kafir, partai komunis. Jadi langsung terbelah. Partai Islam dan partai antiIslam. Jadi kita masuk dalam partai anti Islam," ungkapnya.

Namun, Sukur tak diam. Dengan keyakinan yang kuat, dia selalu berupaya menjelaskan kepada masyarakat bahwa tudingan tersebut tidaklah benar. Bahkan, dia rela melepaskan posisinya di PDI Perjuangan jika ada orang komunis di dalam Partai Banteng.

"Saya jelaskan kepada masyarakat Jawa Barat. Di setiap kesempatan, saya katakan jika ada orang komunis di PDI Perjuangan, saya akan ke luar. Kekuasaan bagi saya tidak ada artinya. Ideologi yang paling penting, karena tidak ada satu pun di PDI Perjuangan yang komunis. Jika ada orang yang anti agama atau keyakinan, saya yang duluan akan ke luar," jelasnya.

Baca: Basarah Curiga ada Politisasi Isu PKI & Jokowi Komunis

Dikatakannya, seluruh kader yang ada di PDI Perjuangan merupakan orang-orang yang religius dan saling menghargai satu sama lainnya.

"Semua pengurus mulai dari ranting sampai pengurus umum, semua religius, yakin terhadap keyakinannya masing-masing. Yang Islam, Islam sejati. yang Nasrani, Nasrani sejati. yang Budha, Budha sejati dan yang Hindu, Hindu sejati. Semua religius, dan kami saling menghormati menurut keyakinan kami masing-masing. Itulah PDI Perjuangan," paparnya.

Quote