Ikuti Kami

Utut: Nilai Perdagangan RI-Chile Surplus, Capai US$60Juta

Total perdagangan kedua negara mendekati 300 juta dolar AS, atau tepatnya 278 juta dolar AS.

Utut: Nilai Perdagangan RI-Chile Surplus, Capai US$60Juta
Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto dan perwakilan dari Chile.

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto menyampaikan, nilai perdagangan Indonesia-Chile sudah surplus, mencapai angka 60 juta dolar Amerika Serikat (AS).  

Baca:  Utut Berharap tak Hanya Budaya Korea yang Masuk Indonesia  

Total perdagangan kedua negara mendekati 300 juta dolar AS, atau tepatnya 278 juta dolar AS. Utut mendorong, selain kerja sama perdagangan yang sudah berjalan, potensi kerja sama lain kedua negara juga harus dimaksimalkan.

“Sejak tahun 2016, nilai perdagangan Indonesia dengan Chile sudah surplus diangka sekitar 60 juta dolar AS. Namun itu belum menggambarkan potensi sesungguhnya. Kita mendorong dan akan kita jembatani agar potensi kerja sama kedua negara bisa maksimal, karena selama ini kita belum terbuka dengan potensi kerja sama yang ada,” ungkap Utut di Santiago, Chile, Kamis (30/8).

Utut menyampaikan, dalam pertemuan antara Delegasi DPR RI dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Chile membahas banyak hal, terutama dalam rangka peningkatan kerja sama kedua negara dan tindak lanjut dari MoU-MoU yang belum terselesaikan.

Menurutnya, peluang kerja sama kedua negara sangat banyak.

“Dalam pertemuan ini yang penting ada tindak lanjut. Kita memahami bahwa sebetulnya peluang antara kedua negara sangatlah banyak. Ini yang nanti akan kita coba dorong dengan mitra-mitra kita di parlemen, seperti Kementerian Perikanan dan Kelautan, Kemenko Maritim, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan Kementerian Pariwisata,” kata Utut.

Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, Chile merupakan negara yang ekonominya termakmur di kawasan Amerika Latin.

Meskipun dari sisi sumber daya alam, Chile tidak semelimpah negara-negara tetangga, namun Chile menjadi negara yang ekonominya termakmur di kawasan Amerika Latin.

“Kita tahu bahwa, Chile merupakan negara yang memanjang bentuknya. Di sini ada Pegunungan Andes dan pegunungan lainnya. Mereka bisa mendapat penghasilan yang sangat besar dari pariwisata, tentu ada baiknya kita belajar dari mereka dan mereka juga membuka ruang untuk kerja sama yang lebih baik lagi. Kita sendiri menyatakan Indonesia sebenarnya pasar besar untuk investasi mereka,” jelas Utut.

Politisi dapil Jateng itu juga menyadari bahwa ada satu hambatan yang tidak mudah bagi kedua negara yaitu jarak antara kedua negara yang begitu jauh.

Namun, Utut menegaskan bahwa Indonesia harus tetap memperluas pasar dan membuat diversifikasi partner di seluruh dunia. Jadi, kerja sama tidak bisa hanya dengan satu negara.

Makin banyak berhubungan dengan negara lain akan semakin baik.

Sebagaimana diketahui bahwa, Pemerintah Indonesia dan Republik Chile telah menandatangani Kesepakatan Kerja Sama Ekonomi Komprehensif (CEPA) yang akan menghapuskan tarif bea masuk produk dalam negeri untuk 7.669 pos tarif atau hampir 90 persen dari seluruh pos tarif Chile.

Baca: Indonesia-Kamboja Sepakat Tingkatkan Hubungan Bilateral

Di sisi lain, jika Staf KBRI di Chile kekurangan staf, ia akan mendorong adanya penambahan staf guna memaksimalkan potensi kerja sama kedua negara.

Quote