Ikuti Kami

Mencari Kriteria Ideal Pendamping Jokowi

Semua pihak mulai menerka dan memprediksi siapa gerangan yang akan menjadi pilihan Jokowi.

Mencari Kriteria Ideal Pendamping Jokowi
Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), organisasi sayap Islam dari PDI Perjuangan Hamka Haq.

Jakarta, Gesuri.id - Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga saat ini belum mengumumkan calon wakil presiden (cawapres) pilihannya.

Semua pihak mulai menerka dan memprediksi siapa gerangan yang akan menjadi pilihan Jokowi. Bahkan sejumlah politisi mulai mendekat demi mencuri perhatian Jokowi.

Menurut Politisi senior PDI Perjuangan yang juga merupakan Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), organisasi sayap Islam dari PDI Perjuangan Hamka Haq, Cawapres Jokowi perlu banyak pertimbangan.

Hal ini seperti yang dituturkan Hamka ke Gesuri.id

Pertimbangan apa saja pak yang dilakukan untuk mencari kriteria pendamping Jokowi?

Ya ini kan pertimbangan untuk mencari Wapres, itu tidak hanya karena kepentingan membangun kekuasaan saja. Tetapi juga kepentingan bagaimana bisa membangun ekonomi, mengatasi masalah keuangan dan masalah keamanan. Jadi banyak pertimbangan-pertimbangan, sehingga muncul lah nama-nama yang sesuai dengan kriteria itu. Sesuai dibidang ekonomi siapa, sesuai dengan kepentingan membangun keamanan siapa, dari kalangan militer tentunya kan.

Semua itu muncul karena kepentingan bangsa, jadi kita kembalikan lagi kepada Pak Jokowi, pertimbangan mana diantara beberapa itu yang patut menjadi prioritas. Kalau prioritasnya itu keuangan mungkin Menteri Keuangan Sri Mulyani, kalau prioritasnya keamanan mungkin salah satu dari mantan jenderal, kalau prioritasnya koalisi agama kebangsaan ya salah satu dari Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin dan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mohammad Mahfud MD, saya kira begitu.

Menurut kabar, saat ini sudah mengerucut satu nama, dan itu tokoh muslim. Salah satunya nama yang disebut , Ma'ruf, apa betul?

Memang Pak Ma'ruf sejak awal masuk dalam bursa nama Cawapres Jokowi, mulai dari sepuluh sampai mengerucut jadi lima nama, tapi untuk satu nama itu saya tidak tahu siapa dia. Diantara mereka tentu, para partai politik koalisi tahu khususnya Pak Jokowi sendiri untuk memilih satu nama. Yang jelas saat ini saya tidak tahu siapa-siapa diantara mereka.

Tapi Ma'ruf sempat menjadi nama yang kuat tidak menjadi Cawapres?

Saya tidak tahu siapa-siapa dari personalnya yang kuat. Tetapi kalau kriteria-kriterianya semestinya memang ada yang bilang bahwa, karena Pak Jokowi ini dari kelompok nasionalis jadi harus merekrut orang personal yang bisa mendekati kelompok terbesar Islam minimal, mampu mendekati ormas-ormas islam. Ma'ruf masuk kriteria itu kan? tapi tidak hanya kriteria Pak Ma'ruf, Pak Mahfud MD juga masuk kriteria itu.

Kenapa nama yang sekarang muncul itu Pak Ma'ruf?

Artinya kalau kita melihat pimpinan partai politik (parpol) seperti Ketum PKB Muhaimin Iskandar jelas dekat dengan umat islam, Ketum PPP Muhammad Romahurmuziy (Gus Romy) juga dekat dengan umat islam. Tapi kalau di luar parpol itu tadi ada pengaruh dengan Pak Mahfud MD, apalagi ada anggapan bahwa kalau dari salah satu parpol yang ditunjuk mungkin parpol-parpol lain agak keberatan. Itu kita tidak tahu, apakah mereka betul-betul berat atau tidak. Tapi mungkin lebih aman jika diluar parpol.

Jadi mencari di luar parpol?

Ya itu mungkin, kalo bukan Pak Ma'ruf ya Pak Mahfud MD. Dan mungkin juga masih ada nama lagi selain itu, ya tentu Jokowi saja yang lebih tahu dari kita.

Jadi semua koalisi ke enam parpol ini belum tentu setuju? atau sudah ada perbincangan sebelumnya?

Saya lihat sudah ada pertemuan tapi, saya tidak tahu apa isi pertemuannya. Belum lama ini dilihat ada pertemuan antara pak presiden Bu Megawati Soekarnoputri dan seluruh pimpinan parpol lainnya.

Quote