Ikuti Kami

Gagasan dan Praktik Wisata Halal Sudah Lama Dijalankan

Langkah selanjutnya adalah menjadikan wisata halal sebagai sumber pendapatan yang potensial.

Gagasan dan Praktik Wisata Halal Sudah Lama Dijalankan
Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Eva Kusuma Sundari.

Jakarta, Gesuri.id - Calon wakil presiden (cawapres) kubu 02 Sandiaga Uno kembali membahas wacana tentang menjadikan Indonesia sebagai pusat destinasi wisata halal. Selepas kunjungannya ke situs wisata di Bali, dia juga memaparkan potensi Bali sebagai tujuan wisata halal andalan Indonesia.

Menurut Sandi, potensi pasar wisatawan Muslim dunia mencapai miliaran orang dan potensi pendapatannya mencapai ribuan triliun. Selain itu, Sandi menilai, mempromosikan Bali sebagai destinasi wisata halal tak akan mengubah karakter dan ciri khas Pulau Dewata.

Namun, Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Eva Kusuma Sundari menekankan saat ini wisata halal juga tengah dikembangkan oleh pemerintah Indonesia.

Menurut dia, langkah selanjutnya yang diperlukan adalah menjadikan wisata halal sebagai sumber pendapatan yang potensial bagi perekonomian negara.

“Bentuk praktiknya sudah jalan sih. Jadi tantangannya bagaimana (pariwisata halal) berkembang hingga signifikan perannya bagi perekonomian nasional,” ujar Eva.

“Menurut saya sudah menjadi gagasan global, (untuk menunjukkan) ownership di publik. Dan menurutku kalau dari segi umur dan keilmuan, tampaknya Kiai Ma’ruf Amin lebih pantas disebut pionir,” Eva menambahkan. 

Sementara itu, wacana pengembangan wisata halal dinilai Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sebagai ide yang kurang menjanjikan. Menurut JK, memang ada permintaan untuk produk wisata halal dari beberapa negara Timur Tengah, namun jumlahnya tak banyak.

“Memang ada turis-turis yang banyak mulai dari negara Islam yang mereka sudah naik pendapatannya di Timur Tengah, ingin seperti itu (Wisata Halal). Tapi setahu saya jumlahnya sedikit (yang mempersoalkan adanya opsi wisata halal),” kata JK, Kamis (14/3).

JK menegaskan, Indonesia tak perlu terlalu mempromosikan wisata halal, karena di negara ini “yang haram buat Muslim pun  hanya sedikit. Seperti minuman beralkohol atau makanan yang memang di haramkan untuk wisatawan Muslim.”

Wacana mengenai menjadikan Bali sebagai destinasi wisata halal Indonesia juga mendapat penolakan. Gubernur Bali I Wayan Koster menyatakan bahwa Bali enggan mengubah branding wisata mereka dengan label yang lain.

Dia menegaskan, Bali adalah destinasi wisata budaya. Menurutnya, tanpa ada label halal di restoran pun, wisatawan Muslim tetap bisa memilih makanan halal untuk dikonsumsi.

“Saya kira untuk Bali sudah ada brandingnya sesuai kearifan lokal Bali. Karakter Bali yaitu pariwisata berbasis budaya. Saya kira nggak perlu lagi kita mengembangkan branding yang lain justru itu akan mempersempit dan mengecilkan branding sejenis yang sudah ada di Bali, wisata budaya,” kata Koster baru-baru ini.

Penolakan konsep wisata halal juga mendapat penolakan di Tana Toraja. Mahasiswa melakukan demonstrasi di depan DPRD Tana Toraja untuk menyatakan penolakan mereka, Rabu (13/3). Mereka mendesak Bupati Tana Toraja agar segera menandatangani penolakan wisata halal di wilayah Toraja, dan menuntut Bupati mendukung pernyataan sikap Gerakan Mahasiswa Toraja tersebut.

Mengenai penolakan ide wisata halal, tampaknya ada kesalahpahaman antara wisata halal dengan wisata religi.

“(Wisata halal) bukan mengislamkan destinasi, itu adalah extended service, menyiapkan kebutuhan bagi wisatawan Muslim, seperti makanan halal dengan banyak restoran bersertifikasi halal,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I, Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani Mustafa seperti dikutip Uzone.id. “Kalau kunjungan ke masjid-masjid, itu dinamakan wisata religi.”

Selain itu, wacana mengenai wisata halal ini pun tampak “diperebutkan” oleh kedua kubu dalam Pilpres 2019, yang tampaknya sama-sama menggunakan konsep halal untuk memajukan kampanye mereka. Cawapres kubu 02 KH Ma’ruf Amin mengklaim dirinya sudah lebih dulu mencetuskan ide wisata halal.

“Itu (wisata halal) saya yang ngomong, dia (Sandiaga) ikut-ikutan, terima kasih. Wisata syariah, wisata halal, saya sudah dari 20-30 tahun lalu,” kata petinggi Nahdlatul Ulama tersebut.

Sandiaga, di sisi lain, tak membantah klaim Ma’ruf. Dia malah membenarkan bahwa dirinya banyak belajar soal ekonomi syariah dari Ketua MUI tersebut.

Quote