Ikuti Kami

Kekerasan Seksual Berdampak Buruk Bagi Kehidupan Sosial

Salah satu dampak buruk dari kekerasan seksual adalah tingginya angka perceraian di masayarakat. 

Kekerasan Seksual Berdampak Buruk Bagi Kehidupan Sosial
Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Selly Andriani Gantina. Foto: Gesuri.id/ Elva Nurrul Prastiwi.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Selly Andriani Gantina menegaskan kekerasan seksual sangat berdampak buruk bagi kehidupan sosial. 

Salah satu dampak buruk dari kekerasan seksual adalah tingginya angka perceraian di masayarakat. 

Baca: Pekerja Sosial Ujung Tombak Rehabilitasi Sosial Anak

Selly mengatakan hal itu dalam Rapat Dengar Pendapat Umum Baleg DPR RI dengan Komnas Perempuan, Forum Pengada Layanan Bagi Perempuan Korban Kekerasan, dan Jaring Kerja Prolegnas Pro Perempuan di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/11).  

“Di daerah saya, Indramayu, angka perceraian sangat tinggi sekali, hampir 10 ribu kasus perceraian terjadi dalam setahun. Bayangkan bila per keluarga yang bercerai punya dua anak, berarti ada 20.000 anak yang menjadi korban perceraian,” kata Selly.

Selly mengatakan, perceraian bisa melahirkan dampak-dampak lainnya yang tak kalah buruknya. Bahkan, perceraian bisa memunculkan bibit-bibit radikalisme dan terorisme.

Baca: Peran Megawati Dalam Lahirnya UU Penghapusan KDRT

Dan, lanjut Selly, salah satu faktor utama penyebab perceraian adalah kekerasan seksual. Maka Selly pun berharap Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) segera dibahas untuk diundangkan untuk melawan segala bentuk tindak kekerasan seksual. 

“Saya berharap RUU ini segera dibahas untuk diundangkan. Lebih dari itu, saya berharap RUU ini menjamin perlindungan Negara pada para korban, jangan sampai seperti sekarang ketika banyak korban yang diperlakukan tak manusiawi justru oleh aparat penegak hukum,” kata Selly.

Quote