Ikuti Kami

Komitmen Pemda Terhadap Dunia Pendidikan Dipertanyakan

Hanya 7 pemda yang mengalokasikan anggaran khusus pendidikan lebih dari 20 persen dalam APBD.

Komitmen Pemda Terhadap Dunia Pendidikan Dipertanyakan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/6/2019). Rapat tersebut membahas daya serap APBN Tahun 2018, daya serap pelaksanaan APBN kuartal I Tahun 2019 dan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKAKL) Tahun 2020.

Jakarta, Gesuri.id – Komitmen pemerintah daerah (pemda) dalam memajukan mutu pendidikan dipertanyakan.

Menurut Mendikbud, Muhadjir Effendy, hanya 7 pemerintah daerah yang mengalokasikan anggaran khusus pendidikan lebih dari 20 persen dalam APBD tanpa memasukkan dana pusat yang ditransfer ke daerah. 

Baca: DPRD Soroti Kinerja Kadis Pendidikan Kota Medan

Di antara pemda yang menerapkan anggaran khusus 20 persen pendidikan yakni Provinsi Sumatra Barat, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Kutai Kartanagara, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bangli. 

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, MY Esti Wijayati menilai perlu kejelasan aturan keuangan mengenai posisi kewajiban alokasi 20 persen pendidikan bagi pemerintah daerah. 

"Perlu ada regulasi yang jelas mengenai kewajiban penganggaran 20 persen untuk pendidikan. Supaya pemerintah daerah itu taat," ujar dia. 

Hal ini sambung politisi PDI Perjuangan menjadi salah satu penyebab belum ada perubahan yang signifikan dalam pembangunan pendidikan Indonesia. 

Baca: Esti Puji Pelaksanaan Sistem Zonasi PPDB 2019, Tapi…

Penyebabnya, menurutnya, karena tidak adanya komitmen anggaran khusus pendidikan dari pemerintah daerah. 

"Sementara dana alokasi khusus (DAK) di daerah, DPRD-nya tidak punya kewenangan untuk mengawasi. Karena itu dana dari pusat. Jadi kita harus melihat dua sisi, kebutuhan dan juga pengawasan," ujar dia

Quote