Ikuti Kami

Perbankan Harus Permudah Akses Sektor Kelautan & Perikanan

Saat ini pemerintah membidik sektor ekonomi kelautan dan perikanan sebagai upaya mewujudkan cita-cita poros maritim dunia.

Perbankan Harus Permudah Akses Sektor Kelautan & Perikanan
Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Prof. Rokhmin Dahuri.

Jakarta, Gesuri.id – Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Prof. Rokhmin Dahuri mendorong dunia perbankan agar memberikan akses dan kemudahan kredit seluas-luasnya dalam rangka mendukung pemerintah membangun sektor ekonomi maritim.

Menurut Rokhmin, saat ini pemerintah tengah membidik sektor ekonomi kelautan dan perikanan sebagai upaya mewujudkan cita-cita poros maritim dunia.

“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, yang 3/4 wilayahnya berupa laut, sektor-sektor ekonomi kelautan sejatinya memiliki potensi yang luar biasa besarnya untuk mampu meningkatkan daya saing, pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan dan energi menuju adil makmur dan bermartabat,” katanya saat menjadi narasumber pada Sekolah Pimpinan Utama Bank Indonesia (Sestabi) Tahun 2019 di Gedung D Bank Indonesia, Jakarta, baru-baru ini.

Rokhmin menambahkan sektor kemaritiman Indonesia memiliki potensi pembangunan yang sangat luar biasa dan sampai sekarang belum dimanfaatkan secara optimal.

Ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia ini menjelaskan, ada 11 sektor ekonomi kelautan: perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengelolaan hasil perikanan, industri geoteknologi, pertambangan dan energi, pariwisata bahari, perhubungan laut, industri dan jasa maritim, sumberdaya wilayah pulau kecil, coastal forestry (hutan mangrove) serta non-conventional resources.

Rokhmin menyebutkan, total potensi 11 sektor ekonomi kelautan Indonesia mencapai 1,33 triliun dolar AS atau tujuh kali lipat APBN 2016. Ia juga menyebutkan, angkatan kerja dari 11 sektor ekonomi kelautan ini bisa menarik 45 juta orang atau sekitar 40 persen total angkatan kerja Indonesia. ”Jadi, sektor ekonomi kelautan bukan hanya perikanan tangkap,” jelasnya.

Quote