Ikuti Kami

Alih Fungsi Lahan, DPRD Panggil Pemkot Surabaya

Pemerintah Kota Surabaya yang akan mengalih fungsikan lahan seluas 1.046 meter persegi di Jalan Ngagel I/12-14.

Alih Fungsi Lahan, DPRD Panggil Pemkot Surabaya
Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji.

Surabaya, Gesuri.id - DPRD Kota Surabaya, Jatim akan memanggil pihak pemerintah kota setempat terkait kebijakan Pemerintah Kota Surabaya yang akan mengalih fungsikan lahan seluas 1.046 meter persegi di Jalan Ngagel I/12-14 yang selama ini berdiri bangunan Masjid Raudlatul Falah untuk fasilitas umum berupa lapangan olahraga.

"Rencannya Senin (18/3), kami akan panggil dinas pengelolaan bangunan dan tanah sertai pihak-pihak terkait permasalahan ini," kata Ketua DPRD Surabaya Armuji di Surabaya, Jumat (15/3).

Baca: Karena Hal Ini Presiden Sering Bagikan Sertifikat Tanah

Menurut dia, pihaknya sudah mendapat laporan terkait alih fungsi lahan yang berstatus "surat ijo" atau izin pemakaian tanah (IPT) yang diatasnya berdiri Masjid Raudlatul Falah. Ia sendiri selaku ketua dewan dan warga yang tinggal di sekitar kawasan itu juga tidak setuju dengan adanya alih fungsi itu.

"Kalau sampai ada pembongkaran atau pengosongan masjid itu, saya sebagai ketua dewan dan sebagai warga akan berada di depan untuk menolaknya," katanya.

Hal sama juga dikatakan Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Surabaya sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya, Sutadi. Ia menilai Pemkot Surabaya tidak bisa sembarang mebongkar masjid itu meski status lahannya IPT.

"Harus melalui proses hukum. Apa lagi secara administrasi sudah bisa dipastikan masjid itu sudah berizin," katanya.

Apalagi, lanjut dia, masjid itu sendiri diresmikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada 21 Agustus 2011. Sedangkan persoalan tunggakan retribusi IPT yang harus ditanggung pihak Yayasan Raudlatul Falah, mestinya bisa diberi keringanan pemkot karena mekanisme keringanan itu ada.

Baca: Pramono Jelaskan Imbauan Presiden Tentang Konsesi Lahan

"Kalau perlu kita bisa himpun dana untuk membantu yayasannya," katanya.

Ketua Komisi B DPRD Surabaya Mazlan Mansyur mengatakan Pemkot Surabaya dalam hal ini tidak boleh sewenang-wenang kepada hak guna IPT. "Sebagai warga harus terlindungi juga haknya," katanya.

Ia sendiri mendapat laporan meski alih fungsi lahan itu tidak ditujukan ke Masjid Raudlatul Falah melainkan lahan kosong yang berada di sebelah masjid, namun sesuai laporan pada saat diukur mengenai sebagian bangunan masjid.

"Ada beberapa meter bangunan masjid yang terkena alih fungsi. Ini yang kami sayangkan," ujarnya.

Padahal resume Rapat Dinas Pemuda Olahraga Kota Suranbaya pada 26 September 2014 menyebut bahwa pembangunan lapangan basket di Ngagel Kebonsari (masjid Roudotul falah) Tahun Anggaran 2014 ditunda dan dicarikan lokasi lain.

Baca: Presiden Ingin PIM Muara Baru Jadi Pencontohan Se-Indonesia

Mendapati hal itu, Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya MT. Ekawati Rahayu membantah bahwa yang dialih fungsikan itu bukan masjid, melainkan fasilitas umum (fasum) yang masih kosong.

"Fasum yang masih kosong itu akan digunakan juga untuk kepentingan masyarakat sekitar," katanya singkat.

Quote