Ikuti Kami

Buka PKU MUI, Ini Pesan Presiden Jokowi

Kepala Negara kembali mengingatkan bahwa Indonesia sebagai negara besar dan sebagai negara muslim terbesar di dunia harus jaga kerukunan.

Buka PKU MUI, Ini Pesan Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Bupati Bogor Nurhayanti (kanan), Ketua MUI Kabupaten Bogor K.H. Ahmad Mukri Aji (kedua kiri) dan Ketua MUI Jawa Barat Rahmat Syafei (kiri) menabuh hadroh saat meresmikan pembukaan Pendidikan Kader Ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) di gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/8). Pendidikan Kader Ulama MUI angkatan XII dan Ijtima 3000 Ulama tersebut bertemakan "Mengkader Pemimpin Muda Islam Berparadigma Wasathiyah".

Bogor, Gesuri.id - Presiden Joko Widodo meresmikan pembukaan Pendidikan Kader Ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor Angkatan XII Tahun 2018 di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Rabu (8/8).

Presiden yang tiba pukul 08.45 WIB dijemput Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, Ketua MUI Kabupaten Bogor KH Ahmad Mukri Aji, dan Bupati Bogor Nurhayanti.

Baca: Presiden Inginkan Pengembangan SDM Jadi Prioritas RAPBN 2019

Presiden langsung menuju ruang tunggu dan sekitar pukul 09.00 WIB langsung masuk ke acara yang bertema "Mencetak Kader Pemimpin Muslim Berparadigma Wasathiyah" tersebut.

"Assalamualaikum," sapa Jokowi kepada para peserta yang hadir dan sambil mengajak bersalaman.

Dalam pidatonya, Kepala Negara kembali mengingatkan bahwa Indonesia sebagai negara besar dan sebagai negara muslim terbesar di dunia harus selalu menjaga kerukunan.

"Jangan sampai justru karena pilpres, pilkada yang setiap lima tahun ada terus kita jadi retak, tidak rukun, ini kekeliruan yang harus kuta luruskan," kata Presiden.

Jokowi berharap untuk memilih yang dinilai terbaik dari semua pasangan yang ada, namun setelah selesai rukun kembali.

"Jangan sampai, sekali lagi kita ini retak, menjadi tidak saling sapa antartetangga, teman karena pilkada dan pilpres. Salah besar," katanya.

Baca: Tjahjo: Presiden Jokowi Pemimpin yang Konsisten

Untuk itu, Presiden meminta para ulama untuk menyampaikan kepada masyarakat secara terus menerus.

"Saya titip kader ulama yang dikembangkan adalah berprasangka baik, berpikir penuh kecintaan, jangan sampai mencela, saling menjelekkan," katanya.

Quote