Ikuti Kami

Bupati Marsel Inginkan Ende Jadi Destinasi Wisata Ideologi

Ide itu disampaikan almarhum untuk mengenang selalu perjuangan Bung Karno ketika diasingkan ke Ende.

Bupati Marsel Inginkan Ende Jadi Destinasi Wisata Ideologi
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (kiri, baju putih).

Kupang, Gesuri.id – Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengungkapkan Bupati Ende Marsel Petu pernah mengusulkan Kota Ende di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai salah satu destinasi wisata ideologi.

Menurut Andreas, ide itu disampaikan almarhum untuk mengenang selalu perjuangan Bung Karno ketika diasingkan ke Ende dan bertemu, bergaul, berdialog dengan masyarakat, berdiskusi serta berolah pikir dengan para misionaris Katolik yang bekerja di Ende.

Baca: Lantik Pejabat Fungsional, Ini Pesan Ganjar

"Sehingga Ende merupakan salah satu “stepping stone” lahirnya Pancasila. Di Ende juga Bung Karno mulai menggali dan menemukan ide Ke-bhinekaan untuk philosphi hidup berbangsa dan bernegara, sebagai cikal bakal lahirnya Pancasila," jelas Andreas di Kupang, Minggu (26/5).

Dia mengakui, Bupati Marsel saat pertemuan dengan dirinya, banyak menjelaskan menyangkut paket rencana untuk menjadikan Ende sebagai Kota Pancasila, termasuk rencana beliau untuk membangun patung lambang negara burung Garuda di atas puncak Gunung Meja.

"Pak Marsel juga mengungkapkan tekadnya untuk melakukan upacara dan parade Pancasila secara besar-besaran di setiap tanggal 1 Juni, dan menjadikan itu sebagai agenda nasional yang dilaksanakan di Ende," katanya.

Dia mangatakan, saat itu dirinya menyimak pembicaraan Bupati Marsel dengan kagum, karena pengetahuan dan pemahaman dan upaya pengamalannya terhadap Pancasila, yang mungkin tidak banyak lagi dimiliki oleh banyak orang termasuk oleh pemimpin maupun pejabat-pejabat kita saat ini.

"Di akhir diskusi kami, pak Marsel Petu sambil senyum menyampaikan ke saya: “Pak Andre, baju saya memang kuning, tapi darah saya merah”. Marsel Petu juga menyampaikan ke saya, beliau ingin kembali maju untuk pencalonan bupati periode jabatan 2019-2024, dan secara khusus menyampaikan keinginan untuk didukung oleh PDIP," ujarnya.

Hugo mengatakan, ketika mendengar perkataan Marsel Petu saat itu, dirinya tanpa ragu, menjawab bahwa PDI Perjuangan maju bersama Partai Golkar.

"Saya langsung beri jawaban, bahwa PDIP akan maju bersama Golkar dan juga akan menjadi pilar utama pendukung Marsel-Jafar. Kita semua tahu, Marsel-Jafar akhirnya maju lalu terpilih kembali dan baru awal April 2019 dilantik untuk mengemban jabatan bupati/wakil bupati periode 2019-2024," kata Hugo.

Dia mengakui, keterpilihan Marsel-Jafar dengan kemenangan yang cukup telak membuktikan betapa rakyat mencintai bupatinya yang pekerja keras dan penuh dengan ide progresif.

"Ende lima tahun dibawah kepemimpinan Marsel-Jafar telah menorehkan banyak prestasi-prestasi riil, sebagai kabupaten dengan perencanaan pembangunan terbaik tingkat propinsi dan salah satu yg terbaik tingkat nasional. Ende pun telah membuka diri dalam hal jalur transportasi niaga laut maupun udara, sehingga menjadi salah satu pintu gerbang utama transportasi manusia dan barang dari dan ke Flores," ujarnya.

Baca: Maruarar Sirait Temukan Pancasila di Dapil SMS

Dia mengakui, Kota Ende dalam beberapa tahun terakhir menjadi lebih sibuk baik siang maupun malam, bahkan Ende telah menjadi kota kecil yang hidup 24 jam.

Seperti diketahui Bupati Ende, Flores, Marsel Petu meninggal dunia ketika sedang melaksanakan tugas kedinasan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu (26/5) pukul 02.00 wita.

Quote